This Is Story For My Best Friend : BAMBANG PRASETYO
(SLTP, JULI 2000)
"Wes, Inyong sekelas karo kuwe"
Begitu celoteh anak yang bernama Bambang Prasetyo berkata kepadaku dalam satu ospek saat pembagian kelas. Sumpah, seumur hidupku belum pernah mendengar bahasa kocak seperti itu.
Setyo memang dari Jawa, tepatnya dari Banyumas, tempat yg terkenal akan bahasa ngapaknya. Ayahnya dipindah tugaskan ke Sumatra utara tepatnya di Binjai.
Hari-hari disekolah kulalui dengannya, dan ia tetap dengan bahasa kocaknya itu, yang terkesan aneh di daerahku. Bahkan saat ia kesal dengan Guru Matematika. " sialan kae, wong inyong wes apik pun maseh aja di eje, (sialan itu pekerjaanku dah bagus gini masih aja diejek). Sebenarnya Setyo anak yg baik dan pintar, dia bisa kok berbahasa Indonesia dengan baik dan lancar. Tapi ia tetep pede aja dengan bahasa Kocaknya itu.
Sampai suatu saat ada jarak diantara kami, kejadian itu bermula saat aku dan Setyo di kantin. Ada sekumpulan anak Gaul sekolah ini, duduk dekat meja makan kami. Mereka menatap kami dan salah satu dari mereka berkata :" inyong, inyong mau makan mie?' Mendengar itu ,sontak mereka semua ketawa, aku menatap mereka dengan wajah kesal, tapi Setyo kok diam n tenang-tenang saja.
Seminggu berlalu, saat aku dan Setyo berjalan di depan ruang BP, ada sekumpulan anak gaul itu lagi, dan kali ini mereka terang-terangan bersahut-sahutan menggunakan bahasa Setyo sambil tertawa terbahak-bahak. Bukannya perasaan dongkol kpd mereka, tetapi perasaan malu yang menghampiriku, malu berteman dengan anak yg bahasanya asing dan kocak.
"Setyo, kamu ngadem aja di perpustakaan ya, aku mau pulang duluan" Ucapku pd Setyo.
Setiba aku dirumah, aku dapat sms, dan itu dari setyo yg berbunyi; kalo kamu malu jalan ma aku, gak papa. Aku ngerti kok. Memang bahasaku aneh, kamu hati-hati dijalan ded,
Setyo tau apa yg kupikirkan. Akhhhh masa bodoo, aku tetep pada pendirianku, malu jalan ma Setyo, malu jalan dgn anak yg bahasanya aneh dan kampungan.
Keesokan harinya, Aku Berkenalan dgn siswi dari lain kelas, bernama Angelia, dia cantik, manis, periang n bersahabat, itu yg menjadi daya tarik bagiku, Suatu hari aku dan Angelia berjalan berdua di dpn perpustakaan, aku berjumpa Setyo, Setyo menegurku, " Hai Deddy" Tapi entah knapa bibirku kelu dan tak bisa membalas sapaan Setyo, dan hanya membalas dgn senyuman,.Jahat ya aku.
Kemudian Angelia bertanya padaku " Siapa Ded?"
"teman Sekelasku" Jawabku singkat.
Setelah seminggu aku dan Angelia berpapasan dgn Setyo, intensitas pertemuanku dgn Angelia berkurang,
seperti tak kusangka, tapi benar terjadi, Setyo berjalan berdua dgn Angelia, Setyo melihatku tapi segan utk menyapaku, Angelia tak melihatku.
Brengsekk....si Setyo merebut Angelia dariku.
Sebulan berlalu, aku masuk kelas, tapi tak kulihat Setyo dikelas, Akhhh,... masa bodoh..perasaan egoku mengalahkan untuk mencari tau keberadaan Setyo.
Seminggu, tiga minggu berlalu, sosok Setyo tidak muncul jg dikelas,
Sampai suatu hari, Suatu Kabar mampir ke telingaku, Setyo dirawat di Rumah sakit Umum JOELHAM Binjai. Seketika puncak egoku mencair, hilang tak berbekas, pikiranku hanya tertuju pada Rumah sakit dimana Setyo dirawat.
Pulang sekolah kuputuskan untuk menjenguk setyo di rumah sakit. Aku sudah berada didepan kamar Anggrek Room No 224. Kuketuk pintu sebelum aku masuk. Setelah aku masuk, betapa terkejutnya aku melihat sosok diatas kasur, seonggok badan yang kurus dengan berbagai selang infus tertancap ditangan kanan dan kirinya, disebelahnya duduk seorang perempuan berjilbab, yg memperkenalkan diri sbg mamanya,
Tubuh Setyo seperti mayat hidup, tidak seperti Setyo yang kukenal, Setyo yang periang, easy going, dan tegar, walaupun satu sekolahan mencelanya. Kutanya perihal penyakit yg dideritanya kepada mamanya,
" asam lambung dek" Jawab mamanya dgn wajah sedikit tegar, walaupun sebenarnya duka dihatinya,
Oh Tuhan, Aku bersalah karena menjauh dari setyo gara-gara bahasa. Setyo sungguh aku jahat, tanpa kusadari air mataku jatuh. Kemudian aku memegang tangan Setyo dan meminta maaf pdnya karena telah menjauhinya.
Kurasakan Tangan Setyo Bergerak Dan dgn suara lemah dia berkata kpdku : "Angelia sangat menyukaimu ded,"
" Angel, Angelia?, Bukankah dia berpacaran dgnmu?"
Setyo Menjawab ;" Mana mungkin aku merebut pacar sahabatku sendiri, dia memang jalan dgnku, tapi itu ia lakukan hanya untuk menanyakan hal-hal yang kamu suka, sampai hari ulangtahunmu ded"
Kata-kata setyo menambah rasa bersalahku.
Aku, Aku minta maaf setyo, Kamu memang sahabatku, air mataku keluar lagi,
" wesh, nangis maning,...nangis maning"
Bahasa planet dan kampungan itu muncul lagi. Aku Tertawa. Aku tidak malu lagi mendengar kata-kata aneh dan kampungan itu.
Setelah Setyo sembuh, dan akhir sekolahpun tiba, Aku melanjutkan ke Smk Teknik, sementara setyo kembali ke pulau jawa dan melanjutkan sekolahnya disana, Angelia melanjutkan sekolahnya ke kota Medan,
(HAPPY FRIENDSHIP DAY, 1 AGUSTUS).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar